Kelas               : X

Program           : Inti

Semester          : 1 (Ganjil)

Waktu              : 8 x 45 Menit

  1.        I.            Standar Kompetensi   :

3. Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit, serta Reaksi oksidasi dan reduksi

  1.     II.            Kompetensi Dasar       :

3.1. Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan data pada hasil percobaan

3.2. menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.

  1.  III.            Indikator                     :
    1. Membedakan larutan elektrlit dan non elektrolit
    2. Menjelaskan hantaran listrik melalui larutan atau lelehan
    3. Membedakan dan mendiskripsikan perkembangan konsep redoks
    4. Menentukan bilangan oksidasi unsure-unsur dalam senyawa
    5. Menuliskan nama dari senyawa-senyawa yang terlibat dalam reaksi redoks sesuai dengan tata nama IUPAC

 

SUB MATERI POKOK I : LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

A. Apakah Larutan Itu?

Masih ingatkah Anda, apakah larutan itu?
Tentunya Anda masih ingat bukan? Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau serbasama. Jika Anda melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka Anda telah mendapatkan larutan gula.

Terdapat 2 larutan yaitu: larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit.

1.1 Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air terurai membentuk ion-ionnya. Zat elektrolit yang terurai sempurna di dalam air disebut Elektrolit Kuat dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Kuat. Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut Elektrolit Lemah dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Lemah.

1.2 Larutan Non-Elektrolit

Larutan non elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.

1.3 Membedakan Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
Larutan elektolit dan non elektrolit dapat dibedakan dengan jelas dari sifatnya yaitu penghantaran Listrik.

Gambar 1: Percobaan daya hantar listrik suatu benda

 


a). Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.

Hal ini untuk pertama kalinya diterangkan oleh Svante August Arrhenius(1859-1927), seorang ilmuwan dari Swedia. Arrhenius menemukan bahwa zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. Karena secara total larutan tidak bermuatan, maka jumlah muatan positif dalam larutan harus sama dengan muatan negatif. Atom atau gugus atom yang bermuatan listrik itu dinamai ion. Ion yang bemuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Pembuktian sifat larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam.

Contoh larutan elektrolit kuat : HCl, HBr, HI, HNO3

Contoh larutan elektrolit lemah :CH3COOH, Al(OH)3 dan Na2CO3
b). Larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik

Adapun larutan non elektrolit terdiri atas zat-zat non elektrolit yang tidak dilarutkan ke dalam air tidak terurai menjadi ion ( tidak terionisasi ). Dalam larutan, mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik. Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Pembuktian sifat larutan non elektrolit yang tidak dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen.

Contoh larutan non elektrolit : Larutan Gula (C12H22O11), Etanol (C2H5OH), Urea (CO(NH)2), Glukosa (C6H12O6), dan lain-lain

1.4 Kekuatan Elektrolit
Kekuatan suatu elektrolit ditandai dengan suatu besaran yang disebut derajat ionisasi (α)

Keterangan :
Elektrolit kuat memiliki harga α = 1, sebab semua zat yang dilarutkan terurai menjadi ion.
Elektrolit lemah memiliki harga α<1, sebab hanya sebagian yang terurai menjadi ion.
Adapun non elektrolit memiliki harga α = 0, sebab tidak ada yang terurai menjadi ion.

Elektrolit kuat                         : α = 1(terionisasi sempurna)
Elektrolit lemah           : 0 < α < 1 (terionisasi sebagian)
Non Elektrolit                         : α = 0 (tidak terionisasi)

1.5 Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat

 

Larutan yang dapat memberikan lampu terang, gelembung gasnya banyak, maka laurtan ini merupakan elektrolit kuat. Umumnya elektrolit kuat adalah larutan garam. Dalam proses ionisasinya, elektrolit kuat  = 1 (terurai senyawa), pada persamaanamenghasilkan banyak ion maka  reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan. Perlu diketahui pula elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa.

Gambar 1:1.5 ; contoh larutan elektrolit

Contoh :

NaCl (aq)

KI (aq)

Ca(NO3)2(g) + Na+(aq) + Cl(aq)

K+(aq) + I(aq)

Ca2+(aq) + NO3-(aq)

Di bawah ini diberikan kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit kuat.
Kation : Na+, Li+, K+, Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+, NH4+
Anion : Cl, Br, I, SO42-, NO3-, ClO4-, HSO4-, CO32-, HCO32-

Cobalah Anda buatkan 5 macam garam lengkap dengan reaksi ionisasinya sesuai dengan kation dan anion pembentuknya seperti di bawah ini.
No. Kation dan Anion Rumus Senyawa Reaksi Kimia
1. Mg2+Br
2. Na+SO42-
3. Ca2+ClO4-
4. Ba2+NO32-
5. NH4+Cl-

Jawaban :
1). Mg2+                                                                                              2). Na+
Br–                                                                                                        SO42-
MgBr2                                                                                             Na2SO4
Mg2+ + 2Br–                                                                                                        2Na+ + SO42-
4 2-   2+
3). Ca2+                                                                                           4). Ba2+
ClO4                                                                                       NO32-
Ca(ClO4)4                                                                                Ba(NO3)2
Ca2+ + 2ClO4                                                                          Ba2+ + 2NO3
5). NH4+
Cl
NH4Cl
NH4+ + Cl

1.6 Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah

Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya maka larutan ini merupakan elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruh dan memiliki á (derajat ionisasi) kecil, karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi). Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak sempurna)

Contoh:
CH3COOH(aq)

NH4OH(g) CH3COO-(aq) + H+(aq)

NH4+(aq) + OH-(aq)

Di bawah ini diberikan beberapa larutaan elektrolit lemah, tuliskanlah reaksi ionisasinya.
a. H2S(aq)
b. H3PO4 (aq)
c. HF(g)

d. HCOOH(aq)
e. HCN(aq)

Jawaban :
a. H2S(aq) → 2H+(aq) + S2-(aq)

b. H3PO4 (aq) → 3H+(aq) + PO43-(aq

c. HF(g) → H+(aq) + F-(aq)

d. HCOOH(aq) → H+(aq) + HCOO+(aq)

Kegiatan 6.1 Melakukan Percobaan

Daya Hantar Listrik Larutan



Cara kerja :

1.                  Susunlah alat penguji elektrolit sehingga berfungsi dengan baik.

2.                  Masukkan ± 50 ml air suling ke dalam gelas kimia, kemudian uji daya hantarnya. Catat apakah lampu menyala atau timbul gelembung pada electrode

3.                  Bersihkan electrode dengan air dan keringkan. Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan yang tersedia, misalnya :

o      Larutan garam dapur

o      Larutan asam klorida

o      Larutan asam sulfat

o      Larutan natrium hodroksida

o      Larutan gula

o      Larutan asam cuka

o      Air sumur

o      Air ledeng

Analisis data/ pertanyaan :

1.                  Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan?

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.                  Kelompokkan bahan-bahan yang diuji ke dalam elektrolit dan noneleltrolit

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3.                  Tariklah kesimpulan dari percobaan di atas.

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Tagihan

1.            Apa yang dimaksud dengan :

a. larutan elektrolit

b. larutan non elektrolit

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.            Bagaimana cara menentukan apakah suatu larutan tergolong elektrolit atau non elektrolit? Jelaskan.

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3.            Sebutkan tiga contoh larutan elektrolit dan tiga contoh larutan nonelektrolit dalam kehidupan sehari-hari.

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. TEORI ION SVANTE ARRHENIUS

Cara Larutan Elektrolit Menghantarkan Arus Listrik

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik.

” Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan”. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.

Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi.

Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.

HCl(aq)→ H+(aq) + Cl(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl(aq) → Cl2(g) + 2e
Larutan elektrolit terdiri dari larutan elektrolit kuat contohnya HCl, H2SO4, dan larutan elektrolit lemah contohnya CH3COOH, NH3, H2S.
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar)

Zat elektrolit yang terurai dalam air menjadi ion-ion :
NaCl (s) →      Na+ (aq) + Cl (aq)
HCl (g) →H+ (aq) + Cl (aq)
H2SO4 (aq) → 2H+ (aq) + SO4 2- (aq)
NaOH (s) →Na+ (aq) + OH (aq)
CH3COOH (l)             →CH3COO(aq) + H+ (aq)

Zat non elektrolit yang tidak terurai menjadi ion-ion, tapi tetap berupa molekul
C2H5OH (l)→ C2H5OH (aq)
CO(NH2)2 (s) →CO(NH2)2 (aq)
Reaksi peruraian disebut elektrolisis
Reaksi reduksi : pada katode, elektron ditangkap oleh ion
Reaksi oksidasi : pada anode, ion akan melepaskan electron

Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen
Reaksi oksidasi : reaksi pengikatan oksigen
Contoh : C6H12O6 →  CO2 + 6H2O
3S + 2KClO3   →        2KCl + 3SO2

Reaksi Reduksi :Reaksi pelepasan oksigen
Contoh : Fe2O3 + 3CO →2Fe2 + 3CO2
CuO + H2→Cu + H2O

3. Hubungan Keelektrolitan dengan ikatan kimia

3.1 Senyawa Ion

Sebagai contoh dari kegiatan percobaan yang tergolong larutan elektrolit yang berikatan ion adalah garam dapur.

Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal, lelehan dan larutan?

Cobalah perhatikan uraian berikut:

NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik.

Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan. Yang termasuk ke dalam senyawa ion adalah senyawa basa dan garam.

NaCl (s) + air Na+ (aq) + Cl-(aq)

Gambar 5. Proses pelarutan padatan Kristal

3.2 Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2, Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH3.
Dari hasil percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan?

Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen di atom bersifat polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.

Struktur lewis:

Reaksi ionisasi nya adalah sebagai berikut :

HCL(aq) → H+(aq) + Cl-(aq)

Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ion, jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas.

Apakah HCl dalam keadaan murni dapat menghantarkan arus listrik? Karena HCl dalam keadaan murni berupa molekul-molekul tidak mengandung ion-ion, maka cairan HCl murni tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan dapat menghantarkan listrik apabila lrutan tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas, tapi apabila ion-ion berbentuk rapat dan kuat, sehingga tidak dapat bergerak bebas maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik.

Perbadaan antara elektrolit senyawa ion dengan senyawa kovalen polar disimpulkan sebagai berikut :

           Daya hantar listrikJenis elektrolit

padatan

lelehan

larutan

Senyawa ionSenyawa kovalen polar NonkonduktorNonkonduktor KonduktorNonkonduktor KonduktorKonduktor

Uji kepemahan Anda

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat !

1.

Senyawa di bawah ini apabila dilarutkan dalam air terionisasi sempurna ….
a. amoniak
b. alkohol
c. cuka
d. garam dapur
e. gula

2.

Beberapa senyawa berikut :
1. NaCl
2. HCl
3. CH3COOH
4. NaOH
5. C2H5OH
Senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik adalah ……
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 1 dan 4
d. 3 dan 5
e. 2 dan 5

3.

Dari larutan berikut ini yang diharapkan menghantar arus listrik yang paling baik adalah …
a. larutan urea 1M
b. larutan asam cuka 0,1 M
c. larutan asam cuka 1 M
d. larutan H2SO4 0,1 M
e. larutan H2SO4 1 M

4.

Pada penghantaran listrik melalui HCl ion-ion H+ akan bergerak untuk mengambil elekron ke arah ….
a. anoda
b. katoda
c. kation
d. anion
e. elektrode

5.

Kristal senyawa ionik mempunyai ion-ion yang tidak dapat bergerak bebas. Ion-ion ini dapat bergerak bebas jika …
a. didinginkan
b. dikristalkan
c. dilelehkan
d. didisosiasikan
e. dibekukan

6.

Pada senyawa polar terjadi suatu gaya yang dapat memutuskan ikatan sehingga terbentuk ion. Gaya tersebut adalah gaya ….
a. magnet
b. gravitasi
c. potensial
d. tolak menolak
e. tarik menarik

7.

Larutan H2SO4 dapat menghantarkan listrik karena ….
a. H2SO4 mengalami ionisasi dengan adanya arus listrik
b. H2SO4 larut dalam air dengan melepaskan elektron
c. H2SO4 dapat larut dalam air
d. H2SO4 merupakan senyawa ion
e. H2SO4 dalam air terionisasi sebelum dihubungkan dengan baterai

8.

Kelompok manakah yang merupakan elektrolit dan berikatan ion ….
a. N2SO4, KCl, NaOH
b. NaCl, KBr, MgCl2
c. CH3COOH, CO(NH2)2 , NaCl
d. KCl, MgBr2, H2SO4
e. H2SO4, CO(NH2)2, NaCl

9.

Dari senyawa berikut terionisasi sempurna dan berikatan kovalen kecuali …
a. HCl dan H2SO4
b. HI dan HCl
c. H2SO4 dan HI
d. H2O dan NaCl
e. HNO3 dan H2SO4

10.

Senyawa elektrolit kuat yang menghasilkan 2 ion H+ dalam reaksi ionisasinya adalah …
a. H2CO3
b. H2S
c. HBr
d. H2SO4
e. H3PO4

B. Jawablah Essay di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1.            Sebanyak 0,1 mol asam asetat dilarutkan dalam 1 liter air. Jika 0,001 mol asam itu mengion, maka derajat ionisasi (ἀ) nya adalah

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.            Sebanyak 1.000 molekul HF dilarutkan dalam air, ternyata dalam larutan terdapat 100 mol ion F. berapakah ionisasi asam HF itu?

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3.            Manakah yang merupakan konduktor yang lebih baik? Jelaskan jawabanmu.

a. H2SO4 0,1 M atau CH3COOH 0,1 M

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b. H2SO4 0,1 M atau H2SO4 0,2 M

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

4.            Berikut ini pengujian daya hantar berbagai jenis zat

Zat murni

bentuk

Menghantar

larutan

menghantar

BromineRaksaZink

Zink

Air

Asam cuka

Kalium klorida

Kalium Klorida

 

CairCairPadat

Cair

Cair

Cair

Padat

cair

TidakYaTidak

Ya

Tidak

Tidak

Tidak

ya

Etanol (C2H5OH)Gula (C12H22O11)Asam sulfat (H2SO4)

Asam cuka (CH3COOH)

Kalium klorida (KCl)

TidakTidakYa

Ya

ya

a. diantara zat murni yang diuji, golongan zat apakah yang dapat menghantar listrik?

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b. di antara seluruh zat yang di uji, manakah yang tergolong senyawa ion dan manakah   yang tergolong senyawa kovalen?

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

c. Apakah perbedaan antara elektrolit senywa ion dan elektrolit senyawa kovalen?

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

5.            Tentukan apakah yang berikut ini dapat atau tidak dapat menghantarkan listrik

a.             Logam aluminium

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b.            Aluminium cair

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

c.             Klorin cair

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

d.            Kristal NaCl

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

e.             Lelehan NaCl

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

f.             Larutan NaCl

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

g.            Lelehan asam asetat murni

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

h.            Larutan asam asetat

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

i.              Kristal gula

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

j.              Larutan gula

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

6.            Manakah diantara zat berikut yang mungkin tergolong elektrolit?

a. KBr

b. HBr

c. CH4

d. CaO

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

7.            Jika diuji dengan alat enguji elektrolit, ternyata larutan NH3 0,1 M merupakan konduktor yang lebih buruk dari pada larutan NaCl 0,1 M. mengapa demikian?

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

8.            Uji Daya hantar Listrik Larutan

Tujuan

Menguji daya hantar listrik beberapa larutan serta mengamati gejala berlangsungnya hantaran arus listrik.

Alat dan Bahan

*Alat

Alat uji elektrolit               1 set

Gelas Kimia                       8 buah

*Bahan

Bahan

Jumlah

Larutan CH3COOH 1M
Larutan NH4OH 1M
Larutan NaOH 1M
Larutan HCl 1M
Larutan NaCl 1M
Larutan gula 10%
Larutan urea 10%
Etanol (alkohol) 70 %

50 mL
50 mL
50 mL
50 mL
50 mL
50 mL
50 mL
50 mL

Langkah Kerja

Keterangan :

1. batu baterai
2. kabel penghubung
3. bola lampu
4. elektroda karbon
5. elektroda karbon
6. larutan yang diuji
7. gelas kimia

Cara Kerja :

  1. Alat uji elektrolit disusun seperti gambar diatas.
  2. Masukkan setiap larutan sebanyak 50 mL ke dalam gelas kimia.
  3. Lakukan uji daya hantar listriknya. Jika memungkinkan, sebaiknya percobaan untuk beberapa larutan dilakukan bersamaan sehingga dapat diamati dan dibandingkan gejala hantaran tang terjadi.
  4. Amati perubahan yang terjadi! Catat sebagai data pengamatan!

Data Pengamatan

No

Bahan Uji

Bola Lampu
(Menyala/Tidak)

Gelembung Gas
(Ada/Tidak Ada)

Keterangan

1

Larutan HCl 1M

2

Larutan CH3COOH 1M

3

Larutan NH4OH 1M

4

Larutan NaOH 1M

5

Larutan NaCl 1M

6

Larutan gula 10%

7

Larutan urea 10%

8

Etanol (alkohol) 70%

Pertanyaan

a)      Berdasarkan pengamatan Anda, sebutkan gejala berlangsungnya hantaran arus listrik!

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b)      Kelompokkan bahan uji tersebut ke dalam larutan yang dapat menghantarkan arus listrik (larutan elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (larutan non elektrolit)!

Jawab:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………