KONSEP REAKSI REDOKS

 

Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.

 

Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai “redoks” walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen). Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis.

A. Konsep Reaksi Oksidasi-Reduksi (Redoks)

Jika sepotong besi diletakkan di udara terbuka, ternyata lama-kelamaan logam besi tersebut berkarat. Mengapa logam besi dapat berkarat dan reaksi apa yang terjadi pada logam besi tersebut? Peristiwa perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi reduksi-oksidasi (redoks). Lalu apa yang dimaksud dengan reaksi redoks?

B. Perkembangan Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi

Pengertian konsep reaksi reduksi-oksidasi telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut:

1. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen
a. Reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu senyawa.

Reduktor adalah:
1) Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi.
2) Zat yang mengalami reaksi oksidasi.
Contoh:
1) Reduksi Fe2O3 oleh CO
Fe2O3 + 3 CO→ 2 Fe + 3 CO2
2) Reduksi Cr2O3 oleh Al
Cr2O3 + 2 Al → 2 Cr + Al2O3

b. Oksidasi adalah reaksi pengikatan (penggabungan) oksigen oleh suatu zat.

Oksidator adalah:
1) Sumber oksigen pada reaksi oksidasi.
2) Zat yang mengalami reduksi.

Contoh:
1) Oksidasi Fe oleh O2
4 Fe + 3 O2 → 2 Fe2O3
2) Pemangggangan ZnS
2 ZnS + 3 O2 → 2 ZnO + 2 SO2

2. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Elektron

a. Reduksi adalah reaksi pengikatan elektron.
Reduktor adalah:
1) Zat yang melepaskan elektron.
2) Zat yang mengalami oksidasi.

Contoh:
1) Cl2 + 2 e–      → 2 Cl-
2) Ca2+ + 2 e–   → Ca

b. Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.
Oksidator adalah:
1) Zat yang mengikat elektron.
2) Zat yang mengalami reduksi.

Contoh:
1) K → K+ + e–
2) Cu→ Cu2+ + 2 e–

3. Berdasarkan Pertambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi

a. Reduksi adalah reaksi penurunan bilangan oksidasi.

Reduktor adalah:
1) Zat yang mereduksi zat lain dalam reaksi redoks.
2) Zat yang mengalami oksidasi.

Contoh:
2 SO3 → 2 SO2 + O2
Bilangan oksidasi S dalam SO3 adalah +6 sedangkan pada SO2 adalah +4. Karena unsur S mengalami penurunan bilangan oksidasi, yaitu dari +6 menjadi +4, maka SO3 mengalami reaksi reduksi. Oksidatornya adalah SO3 dan zat hasil reduksi adalah SO2.

b. Oksidasi adalah reaksi pertambahan bilangan oksidasi.
Oksidator adalah:
1) Zat yang mengoksidasi zat lain dalam reaksi redoks.
2) Zat yang mengalami reaksi reduksi.

Contoh:
4 FeO + O2 → 2 Fe2O3
Bilangan oksidasi Fe dalam FeO adalah +2, sedangkan dalam Fe2O3 adalah +3. Karena unsur Fe mengalami kenaikan bilangan oksidasi, yaitu dari +2 menjadi +3, maka FeO mengalami reaksi oksidasi. Reduktornya adalah FeO dan zat hasil oksidasi adalah Fe2O3. Jika suatu reaksi kimia mengalami reaksi reduksi dan oksidasi sekaligus dalam satu reaksi, maka reaksi tersebut disebut reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks. Contoh:
a. 4 FeO + O2 ⎯⎯→ 2 Fe2O3 (bukan reaksi redoks)
b. Fe2O3 + 3 CO ⎯⎯→ 2 Fe + 3 CO2 (reaksi reduksi oksidasi)

Dua bagian dalam sebuah reaksi redoks

Gambar 2.1 : Besi Berkarat

Gambar 2.2 : Pembakaran terdiri dari reaksi redoks yang melibatkan radikal bebas

Kegiatan 3.2 Melakukan percobaan

Reaksi Redoks

Tujuan : mengamati contoh reaksi oksidasi dan reduksi

Cara Kerja :

  1. Amplaslah pita magnesium hingga pita bbersih. Kemudian, jepit pita magnesium dengan tang besi, lalu bakar. Tamping abu hasil pembakaran dalam tabung reaksi. (perhatikan jangan menatap pita magnesium yang sedang terbakar)
  2. Campurkan serbuk tembaga (II) oksida dan serbuk karbon, masing-masing kira-kira 5 gram, dalam tabung reaksi. Kemudian panaskan camuran itu hingga terbentuk logam tembaga. Pemanasan sebaiknya menggunakan pembakar Bunsen.

Analisis Data/ pertanyaan :

  1. Zat yang terbentuk pada pembakaran magnesium di udara terdiri dari atas MgO dan Mg3N2.
  2. Nyatakan apakah reaksi pembakaran magnesium termasuk oksidasi atau reduksi tersebut
  3. Reaksi antara serbuk tembaga (II) oksidaso dengan serbuk karbon menghasilkan tembaga dan karbon monoksida (CO). tuliskan persamaan setara untuk reaksi tersebut
  4. Nyatakan apakah reaksi antara serbuk tembaga (II) oksidasi dengan serbuk karbon tergolong reduksi/ oksidasi? Jelaskan Jawabanmu
  5. Apa yang terjadi pada karbon prosedur (2) di atas?
  6. Apakah sudah tepat jika reaksi antara serbuk tembaga (II) oksida dengan serbuk karbon disebut sebagai reaksi reduksi? Jika tidak, apa nama yang sebaiknya digunakan untuk reaksi tersebut?
  7. Apakah fungsi karbon pada reaksi antara serbuk tembaga (II) oksida dengan serbuk karbon? Zat mana yang berfungsi sebagai pengoksidasi dalam reaksi itu?
  8. Tariklah kesimpulan dari percobaan ini

Jawab:………………………………………………………………

C. Bilangan Oksidasi

1. Tata Nama Senyawa Berdasarkan Bilangan Oksidasi

Pada semester I telah kita pelajari tata nama senyawa, sekarang akan kitapelajari tata nama senyawa alternatif menurut IUPAC berdasarkan bilanganoksidasi.

Perhatikan tabel berikut ini!

Rumus Kimia

Nama

Nama Alternatif Berdasarkan Biloks

N2O Dinitrogen monoksida Nitrogen(I) oksida
N2O3 Dinitrogen trioksida Nitrogen(III) oksida
HClO Asam hipoklorit Asam klorat(I)
HClO2 Asam klorit Asam klorat(III)
HClO3 Asam klorat Asam klorat(V)
HClO4 Asam perklorat Asam klorat(VII)

 

Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menunjukkan ukuran kemampuan suatu atom untuk melepas atau menangkap elektron dalam pembentukan suatu senyawa. Nilai bilangan oksidasi menunjukkan banyaknya elektron yang dilepas atau ditangkap, sehingga bilangan oksidasi dapat bertanda positif maupun negatif.

 

2. Penentuan Bilangan Oksidasi Suatu Unsur

Kita dapat menentukan besarnya bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa dengan mengikuti aturan berikut ini (James E. Brady, 1999). Aturan penentuan bilangan oksidasi unsur adalah:

a. Unsur bebas (misalnya H2, O2, N2, Fe, dan Cu) mempunyai bilangan  oksidasi = 0.

b. Umumnya unsur H mempunyai bilangan oksidasi = +1, kecuali dalam senyawa hidrida, bilangan oksidasi H = –1.
Contoh:

  • Bilangan oksidasi H dalam H2O, HCl, dan NH3 adalah +1
  • Bilangan oksidasi H dalam LiH, NaH, dan CaH2 adalah –1

c. Umumnya unsur O mempunyai bilangan oksidasi = –2, kecuali dalam senyawa peroksida, bilangan oksidasi O = –1
Contoh:

  • Bilangan oksidasi O dalam H2O, CaO, dan Na2O adalah –2
  • Bilangan oksidasi O dalam H2O2, Na2O2 adalah –1

d. Unsur F selalu mempunyai bilangan oksidasi = –1.
e. Unsur logam mempunyai bilangan oksidasi selalu bertanda positif.

Contoh:

  • Golongan IA (logam alkali: Li, Na, K, Rb, dan Cs) bilangan oksidasinya = +1
  • Golongan IIA (alkali tanah: Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba) bilangan oksidasinya = +2

f. Bilangan oksidasi ion tunggal = muatannya.
Contoh: Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe2+ adalah +2
g. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa = 0.
Contoh:

  • Dalam senyawa H2CO3 berlaku: 2 biloks H + 1 biloks C + 3 biloks O = 0

h. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom = muatan ion.
Contoh:

  • Dalam ion NH4+ berlaku 1 biloks N + 4 biloks H = + 1

Contoh reaksi redoks

Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin:

Kita dapat menulis keseluruhan reaksi ini sebagai dua reaksi setengah: reaksi oksidasi

dan reaksi reduksi

Penganalisaan masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas. Karena tidak terdapat perbuahan total muatan selama reaksi redoks, jumlah elektron yang berlebihan pada reaksi oksidasi haruslah sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi.

Unsur-unsur, bahkan dalam bentuk molekul, sering kali memiliki bilangan oksidasi nol. Pada reaksi di atas, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1.

Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan, elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi:

Dan ion-ion akan bergabung membentuk hidrogen fluorida:

3. Reaksi penggantian

Redoks terjadi pada reaksi penggantian tunggal atau reaksi substitusi. Komponen redoks dalam tipe reaksi ini ada pada perubahan keadaan oksidasi (muatan) pada atom-atom tertentu, dan bukanlah pada pergantian atom dalam senyawa.

Sebagai contoh, reaksi antara larutan besi dan tembaga(II) sulfat:

Persamaan ion dari reaksi ini adalah:

Terlihat bahwa besi teroksidasi:

dan tembaga tereduksi:

Contoh-contoh lainnya :

  • Besi(II) teroksidasi menjadi besi(III)

H2O2 + 2 e → 2 OH

Persamaan keseluruhan reaksi di atas adalah:

2Fe2+ + H2O2 + 2H+ → 2Fe3+ + 2H2O

2NO3 + 10e + 12 H+ → N2 + 6H2O

  • Besi akan teroksidasi menjadi besi(III) oksida dan oksigen akan tereduksi membentuk besi(III) oksida (umumnya dikenal sebagai perkaratan):

4Fe + 3O2 → 2 Fe2O3

contoh soal perhitungan bilangan oksidasi

TAGIHAN

 

SOAL PENYETARAAN PERSAMAAN REAKSI REDOKS

  1. Tentukan biloks unsur Cl dalam :

a)      Cl-

b)      Cl2

c)      HCl

d)      HClO2

e)      HClO4

f)       Ca(OCl)2

Jawab:…………………………………………………………………………

  1. Tentukan biloks unsur Mn dalam :

a)    MnO2

b)      Mn2O3

c)    KMnO4

Jawab:…………………………

  1. Setarakan reaksi redoks berikut : MnO4- +ClO2- à MnO2 + ClO4-

Jawab:……………………………………………

4. Penerapan Konsep Reaksi Redoks dalam Pengolahan Limbah (Lumpur Aktif)

Salah satu penerapan konsep reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hariadalah dalam bidang pengolahan limbah. Prinsip dasar yang dipergunakanadalah teroksidasinya bahan-bahan organik maupun anorganik, sehingga lebihmudah diolah lebih lanjut.Limbah merupakan salah satu pencemar lingkungan yang perlu dipikirkancara-cara mengatasinya. Untuk menjaga dan mencegah lingkungan tercemarakibat akumulasi limbah yang semakin banyak, berbagai upaya telah banyakdilakukan untuk memperoleh teknik yang tepat dan efisien sesuai kondisi lokal.Berbagai tipe penanganan limbah cair dengan melibatkan mikroorganismetelah dikerjakan di Indonesia, yaitu sedimentasi, kolam oksidasi, trickling filter, lumpur aktif (activated sludge), dan septic tank. Pada uraian ini akan kita pelajari salah satu teknik saja, yaitu teknik lumpur aktif (activated sludge).

Proses lumpur aktif (activated sludge) merupakan sistem yang banyakdipakai untuk penanganan limbah cair secara aerobik. Lumpur aktif merupakanmetode yang paling efektif untuk menyingkirkan bahan-bahan tersuspensimaupun terlarut dari air limbah. Lumpur aktif mengandung mikroorganismeaerobik yang dapat mencerna limbah mentah. Setelah limbah cair didiamkandi dalam tangki sedimentasi, limbah dialirkan ke tangki aerasi. Di dalam tangkiaerasi, bakteri heterotrofik berkembang dengan pesatnya. Bakteri tersebutdiaktifkan dengan adanya aliran udara (oksigen) untuk melakukan oksidasibahan-bahan organik. Bakteri yang aktif dalam tangki aerasi adalah Escherichiacoli, Enterobacter, Sphaerotilus natans, Beggatoa, Achromobacter, Flavobacterium,dan Pseudomonas. Bakter-bakteri tersebut membentuk gumpalan-gumpalan atau flocs. Gumpalan tersebut melayang yang kemudianmengapung di permukaaan limbah.

Uji kepemahan Anda

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat !

  1. Dalam reaksi MnO4- (aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g) suasana asam, persamaan :

C2O42- → CO2 melepaskan elektron sebanyak ….

A.1      D. 4
B.2       E. 5
C.3

  1. Reaksi MnO4-(aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g) berlangsung dalam suasana asam; setiap mol MnO4- memerlukan H+ sebanyak ….

A.4 mol           D. 10 mol
B.6 mol            E. 12 mol
C.8 mol

  1. Pernyataan yang benar untuk reaksi : MnO4- (aq) + C2O42- (aq) → Mn2+ (aq) + CO2(g) yang berlangsung dalam suasana asam adalah ….

A.membutuhkan 14 elektron untuk menyetarakan reaksi
B.membutuhkan 4 H2O di ruas kiri
C.menghasilkan 10 mol gas CO2
D.setiap mol C2O42- menghasilkan 5 mol CO2
E.setiap mol MnO4- menghasilkan 2 mol Mn2+

  1. Jika MnO4→MnO2 berlangsung dalam suasana basa, jumlah elektron yang terlibat adalah ….

A.3      D. 6
B.4       E. 7
C.5

  1. Pada penyetaraan reaksi MnO4-→MnO2 dalam suasana basa, setiap mol MnO4- melepaskan ion OH- sebanyak ….

A.2 mol           D. 8 mol
B.4 mol            E. 10 mol
C.6 mol

  1. Pada reaksi :
    aCr2O7-(aq) + 14H+ (aq) + bFe2+ (aq) →cCr3+(aq) + 7H2O (l) + dFe3+(aq)
    Nilai a, b, c, dan d berturut-turut dalam reaksi setara adalah ….

A.1, 4, 2, 4      D. 2, 8, 4, 8
B.1, 6, 2, 6       E. 3, 8, 6, 8
C.2, 8, 2, 8

  1. Aluminium dalam ion nitrat membentuk ion AIO2- dan gas NH3. Jika reaksi berlangsung dalam suasana basa, reaksi Al →AIO2- melepaskan elektron sebanyak .…

A.2      D. 5
B.3       E. 6
C.4

  1. Reaksi : Al(s) + NO3(aq) → AIO2(aq) + NH3(g) berlangsung dalam suasana basa. Setiap 4 mol aluminium dihasilkan gas NH3 (STP) sebanyak ….

A.11,2 liter      D. 44,8 liter
B.22,4 liter       E. 56 liter
C.33,6 liter

  1. Reaksi : Cr2O7(aq) + SO2(g) →Cr3+ (aq) + HSO4- (aq) berlangsung dalam suasana asam. Penyetaraan terhadap setengah reaksi : SO2 →HSO4 menghasilkan ….

A.SO2 + 2H2O → HSO4- + 3H+ + 2e
B.SO2 + H2O → HSO4- + 2H+ + e
C.SO2 + H3O+ → HSO4- + 3H+ + 2e
D.SO2 + H+ → HSO4- + 3H2O + e
E.SO2 + 2H+ → HSO4- + 3H3O+ + 2e

  1. Gas khlor dalam suasana basa dapat mengalami disproporsionasi menjadi ion khlorida dan ion khlorat. Persamaan reaksi setara yang benar adalah ….

A.Cl2 + 2OH → Cl- + ClO3- + H2O
B.2Cl2 + 4OH → 2Cl- + ClO3- +2 H2O
C.3Cl2 + 6OH →5Cl- + ClO3- + 3H2O
D.4Cl2 + 2OH →5Cl- + 2ClO3- + 2H2O
E.5Cl2 + 8OH →6Cl- + 4ClO3- + 4H2O

  1. Pada reaksi redoks berikut :
    KMnO4 (aq) + K2C2O3 (aq) + H2SO4 (aq) → K2SO4 (aq) + MnSO4 (aq) + CO2 (g) + H2O (l).
    Setengah reaksi oksidasi dari reaksi di atas adalah ….

A.MnO4- (aq) + 8H+ (aq) + 5e → Mn2+(aq) + 4H2O (l)
B.Mn2+ (aq) →Mn7+(aq) + 2e
C.C2O42- (aq) → CO2(g) + 2e
D.4H+ (aq) + O2(g) + 4e → 2H2O (l)
E.H2C2O4 (aq) + 2H+ (aq) + 2e → CO2(g) + 2H2O (l)

  1. Diberikan 2 buah setengah reaksi :
    MnO4-(aq) + 8H+(aq) + 5e → Mn2+(aq) + 4H2O(l)
    SO32-(aq) + H2O (l) → SO42-(aq) + 2H+ + 2e.
    Pada penyetaraan reaksi redoks yang melibatkan MnO4- dalam suasana asam, perbandingan mol MnO4- dengan SO32- adalah ….

A.1 : 2                         D. 2 : 5
B.1 : 5              E. 5 : 2
C.2 : 1

  1. Reaksi reduksi di bawah ini yang membutuhkan 2 elektron adalah ….

A.SO42-→SO2               D. CIO3 → CI
B.I2 → 2I                     E. S2O32 → S
C.NO3 → NO

  1. Perhatikan spesi khlor berikut :
    1.Cl-
    2. CIO3-
    3.CIO-
    4. CIO4-
    5.CIO2-
    Khlor yang tidak dapat direduksi adalah …..

A.1
B.2
C.3
D.4
E.5

  1. Diketahui persamaan reaksi :
    Cr2O72-(aq)+14H+(aq) + 6e → 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)
    Mn2+(aq) + 4H2O(l) → MnO4(aq) + 8H+(aq) + 5e
    Ion Mn2+ yang diperlukan untuk mereduksi 1 mol Cr2O72- sebanyak ….

A.0,4 mol        D. 1,2 mol
B.0,6 mol         E. 1,5 mol
C.0,8 mol

  1. Jika reaksi redoks MnO4(aq) + Br(aq) → Mn2+(aq) + Br2(g) disetarakan dengan perubahan bilangan oksidasi, setelah sampai pada tahapan 2MnO4-(aq) + 10 Br (aq) →Mn2+ (aq) + 5 Br2(g) langkah berikutnya adalah ….

A.ruas kiri + 4 H2O      D. Ruas kanan + 8H+
B.ruas kiri + 8 H2O      E. Ruas kanan + 4H+
C.ruas kiri + 16 H+

  1. Diketahui 26 mL larutan 0,1 M suatu ion logam, tepat bereaksi dengan 25 mL larutan 0,1 M senyawa arsenat menurut persamaan :
    AsO33-(aq) + H2O(l) →AsO43-(aq) + 2H+(aq) + 2e. Jika bilangan oksidasi logam sebelah kanan +4, maka bilangan oksidasi setelah reaksi ….

A.0      D. +3
B.+1     E. +4
C.+2

  1. Penyetaran reaksi redoks Cl2(g) + 4IO3-(aq) → 2Cl-(aq) +3 IO4-(aq), perbandingan mol Cl2 : IO3- adalah ….

A.1 : 1             D. 2 : 1
B.1 : 2              E. 2 : 2
C.1 : 3

  1. Dari reaksi di bawah ini yang termasuk reaksi otoredoks adalah ….

A.KMnO4(aq) + K2C2O4(aq) + H2SO4(aq) → K2SO4(aq) + MnSO4(aq) + CO2(g) + H2O (l)
B.K2S2O3 (aq) + HBr(aq) →S(s) + SO2(g) + KBr(aq) + H2O (l)
C.FeS(aq) + HNO3(aq) → Fe(NO3)3 (aq) + S(s) + NO2 (g) + H2O (l)
D.CaO(s) + CO2(g) →CaCO3(s)
E.CH4(g) + O2(g) →CO2(g) + H2O(l)

  1. Pada reaksi redoks :
    H2O2(aq) + Cr(OH)4-(aq) →CrO4-(aq)
    Oksigen dalam setengah reaksi : H2O2 →CrO42- berubah bilangan oksidasi dari…. dan menjadi…
    A.–2 → -2       D. +1 →-2
    B.-1→-2          E. +2 → -2
    C.0 → -2

Soal  Ulangan

Pilihan Ganda

Pilihlah salah satu jawaban yang benar

 

  1. 1.      Diketahui data percobaan daya hantar Listrik air dari berbagai sumber sebagai berikut:

No

Jenis Air

Nyala lampu

Pengamatan Lain

1

Air Laut

Redup

Ada Gas

2

Air Ledeng

-

Ada Gas

3

Air Danau

-

Ada Gas

4

Air Sumur

Redup

Ada Gas

5

Air Sungai

-

Ada Gas

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa…….

  1. Air laut merupakan elektrolit
  2. Air sungai bersifat nonelektrolit
  3. Ada air yang bersifat elektrolit dan nonelektrolit
  4. Semua air dari berbagai sumber bersifat elektrolit
  5. Sifat elektrolit air bergantung pada jenis zat pelarut
  1. Di antara bahan berrikut:
  2. Gula                         4. Urea
  3. Garam                      5. Pemutih
  4. Cuka

Yang larutannya dalam air dapat menghantar listrik adalah

a. 1,2, dan 3                 D. 1,4, dan 5

b. 1,3, dan 5                 E.  2,3,dan 4

c. 2,3, dan 5

  1. Suatu zat padat dilarutkan ke dalam air, dan ternyata larutan zat itu dapat menghantar arus listrik. Pernyataan yang tepat untuk menerangkan peristiwa ini adalah..

a. Dalam air, zat padat itu terurai menjadi ionnya
b. Dalam air, zat padai itu terurai menjadi atomnya
c. Dalam air, zat padat itu terurai menjadi molekulnya
d. Air menjadi mudah terionisasi bila ada zat padat di dalamnya
e. Air menjadi konduktor listrik bila ada zat terlarut di dalamnya

  1. Berikut ini hasil percobaan daya hantar listrik dan beberapa larutan

Zat

Lampu

Pengamatan Lain

1

Nyala Terang

Banyak Gelembung

2

Nyala Redup

Banyak Gelembung

3

Tidak Menyala

Sedikit Gelembung

4

Tidak Menyala

Tidak Ada Gelembung

Dari data di atas, pasangan yang di golongkan elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah..

a. 1 dan 2                                 D. 2 dan 4

b. 1 dan 3                                 E. 3 dan 4

c. 1 dan 4