TATA NAMA SENYAWA

 

 

            Perkembangan penamaan zat kimia mulai berdasarkan nama orang,nama tempat,sifat zat dan lainnya.Perkembangan ilmu kimia yang pesat yang ditandai dengan semakin banyak zat baik senyawa organic maupun anorganik yang ditemukan maupun yang sintetis,menyebabkan pemberian nama diatas menjadi sulit.Untuk itu diperlukan tata nama senyawa.

A.Partikel Materi

Partikel materi dibedakan menjadi 3,yaitu:

1.Atom

Atom adalah partikel terkecil penyusun materi

2.Molekul

Molekul merupakan gabungan atom-atom melalui ikatan kovalen

a.Molekul unsur : gbungan atom dari unsur-unsur sejenis

Contoh : O2,H2,O3,P4,S6

b.Molekul senyawa : gabungan atom-atom dari unsur-unsur berbeda jenis

Contoh : C6H12O6,CO2

3. Ion

Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan listrik

a.Ion positif (kation)

Contoh : Na,Ca2+,Al3+,dan NH4+

b.Ion negative (anion )

Contoh : OH-,S2-,PO43-,dan Cl-

B.Rumus Kimia

Rumus kimia dapat digolongkan menjadi 2 macam,yaitu:

1.Rumus Empiris

Rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom unsur yang menyusun satu molekul senyawa.

2.Rumus Molekul

Rumus yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun satu molekul senyawa.

Contoh:

 

C.TATA NAMA SENYAWA BERDASARKAN RUMUS KIMIA

1.Jika senyawa terdiri atas unsur-unsur bukan logam,disebutkan jumlah atom dan nama unsurnya dengan jumlah atom atau indeks disebutkan dalam bahasa Yunani dan nama unsur belakang diberi akhiran ida.

1=mono          3=tri                5=penta          7=hepta          9 = nona

2=di                 4=tetra            6=heksa          8=okta                        10=deka

Indeks satu pada unsur pertama tidak perlu disebutkan.

Contoh:

a.CO = karbon monoksida

b.CO2 = karbon dioksida

c.PCl3 = fosforus triklorida

d.N2O5 = dinitrogen pentaoksida

e.SF6 = belerang heksafluorida

2.Jika terdiri atas ion-ion,disebutkan kation dulu baru anionnya.

Tabel Beberapa Jenis Kation

No

Rumus

Nama Ion

No

Rumus

Nama Ion

1.2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Na+

K+

Mg+

Ca2+

Sr2+

Ba2+

Al3+

Zn2+

Ni2+

Ag+

Sn2+

Sn4+

Natrium

Kalium

Magnesium

Kalsium

Stronsium

Barium

Alumunium

Seng

Nikel

Perak

Timah (II)

Timah (IV)

13.14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

Pb2+

Pb4+

Fe2+

Fe3+

Hg+

Hg2+

Cu+

Cu2+

Au+

Au3+

Pt4+

NH4+

Timbal (II)

Timbal (IV)

Besi (II)

Besi (III)

Raksa(I)

Raksa(II)

Tembaga(I)

Tembaga(II)

Emas (I)

Emas(II)

Platina (IV)

Amonium

Tabel Beberapa Jenis Anion

No

Rumus

Nama Ion

No

Rumus

Nama Ion

1.2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

OH-

O2-

F-

Cl-

Br-

I-

CN-

S-

CO32-

SiO32-

C2O42-

CH3COO-

NO2-

NO3-

SO32-

Hidroksida

Oksida

Fluorida

Klorida

Bromida

Iodida

Sianida

Sulfida

Karbonat

Silikat

Oksalat

Asetat

Nitrit

Nitrat

Sulfit

16.17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

SO42-

PO33-

PO43-

AsO33-

AsO33-

SbO33-

SbO43-

ClO-

ClO2-

ClO3-

ClO4-

MnO4-

MnO42-

CrO42-

Cr2O72-

Sulfat

Fosfit

Fosfat

Arsenit

Arsenat

Antimonit

Antimonit

Hipoklorit

Klorit

Klorat

Perklorat

Permanganat

Manganat

Kromat

Dikromat

Contoh :

a.Al2O3         = Alumunium oksida

b.Ag2S         = Perak sulfide

c.NaCl         = Natrium klorida

d.MgI2            = Magnesium klorida

e.Fe2(SO4)3 = Besi (III) sulfat

 

b.Untuk senyawa anorganik

  • Jika senyawanya terdiri dari dua unsur (senyawa biner),maka nama senyawanya di beri akhiran –ida

Contoh :

-NaCl  : Natrium Klorida

-HF      : Hidrogen Fluorida/Asam fluoride

  • Jika senyawanya terdiri lebih dari dua unsur dan salah satu unsurnya mengandung oksigen,maka yang mengandung oksigen lebih sedikit diberi akhiran it dan untuk oksigen yang lebih banyak diberi akhiran at

Contoh :

NaNO2  : Natrium nitrit                      H2SO3  : Asam sulfit

NaNO  : Natrium nitrat                      H2SO4  : Asam sulfat

  • Untuk beberapa logam yang mempunyai daya ikat lebih dari satu terhadap unsur lain (logam polivalen) nama senyawanya dengan cara menulis: nama logam,angka romawi (menunjukkan bilangan oksidasinya) lalu diikuti nama anionnya.

Contoh :

Fe2O3  : Besi (III)oksida                     Al2S3        : Alumunium(II) sulfida

CuO    : Tembaga (III)oksida             Pb(NO3)2  : Timbal (II) nitrat

 

c.Untuk  senyawa organik

Untuk tata nama senyawa organik akan dibahas lebih lanjut pada bab berikutnya.

Contoh : Tata nama senyawa organik sederhana dalam sehari-hari

CH4              : gas metana

C2H4                 : gas etena

CH3COOH  : asam asetat/asam cuka

C2H5OH       : etanol / alkohol

C6H12O6       : glukosa

                    C12H22O11     : sukrosa

                    CO(NH2)2    : urea

Jika A mempunyai muatan / valensi X dan B mempunyai muatan /valensi Y,maka rumus kimianya adalah AyBx

Contoh soal:

Tulis rumus kimia dari :

1.Kalsium karbonat

2.Alumunium nitrat

3.Natrium sulfat

4.Magnesium fosfat

Jawab :

1.Kalsium karbonat terdiri dari ion Ca+  dan CO32-,rumus kimianya CaCO3

2.Alumunium nitrat terdiri dari ion Al3+ dan NO3-,rumus kimianya Al(NO3)3

3.Natrium sulfat terdiri dari ion Na+ dan SO42-,rumus kimianya Na2SO4

4.Magnesium fosfat terdiri dari ion Mg2+ dan PO43-,rumus kimianya Mg3(PO4)2

Tagihan

A.Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat !

1.Tuliskan rumus kimia senyawa berikut :

a.Perak oksida                               f.Alumunium sulfat

b.Alumunium bromide                  g.Kalsium hidroksida

c.Karbon disulfide                                    h.Tembaga (II) sulfat

d.Disfoforus  trioksida                  i.Natrium bromida

e.Besi (III) klorida                                    j.Argentum kromat

Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.Berilah nama senyawa berikut:

a.PBr3                                            f.AgNO3

b.Fe2S3                                                        g.Al(OH)3

c.Al2O3                                                        h.Na2CO3

d.SO3                                                           i.Mg3(PO4)2

e.MgF                                            j.KCIO3

Jawab:………………………………………………………………………………

SUBMATERI POKOK 2 : PERSAMAAN REAKSI

Persamaan reaksi adalah persamaan yang menunjukkan perubahan zat-zat yang

Terjadi selama reaksi kimia berlangsung.Persamaan reaksi menggambarkan reaksi

kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisiennya

masing-masing.

Contoh :

koefisien

Mg (S) 2 HCl(aq)                        MgCl2(aq) + H2(g)

Reaktan / pereaksi                   Produk / hasil reaksi

Keterangan      : s  = solid / padat

aq  = aqua / larutan

g    = gas/gas

l     = liquid/cair

Aturan-aturan cara peulisan persamaan reaksi:

1.Setiap persamaan reaksi terdiri dari dua ruas; ruas kiri adalah yang bereaksi/pereaksi/reaktan;ruas kanan adalah hasil reaksi / produk.

2.Berlaku hukum-hukum dasar kimia.

a. Hukum kekekalan massa (Hk.Lavoisier)

“ Jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi sama.

b.Hukum perbandingan tetap (Hk.Proust)

“ Dalam penulisan persamaan reaksi tidak boleh mengubah rumus molekul zat.

Jadi,jika reaksi belum setara / jumlah atomnya tidak sama,disamakan dengan cara mengisi koefisiennya.Koefisien adalah perbandingan banyaknya atom/ molekul zat yang bereaksi maupun hasil reaksi.

Cara meyetarakan persamaan reaksi (mengisi koefisien ) sebagai berikut :

  1. Cara langsung

Contoh : 1) …..H2(g)  + …O2(g)                    H2O(g)

…..H2(g)  +  O2(g)                  2H2O(g)

2 H2(g)     +  O2(g)                  2H2O(g)

2) …..N2(g)   + …H2(g)              …NH3(g)

      ….. N2(g)  + …H2(g)              2 NH3(g)

N2(g)       + 3 H2(g)              2 NH3(g)

b.Cara tidak langsung

1) Tetapkan koefisien yang rumusnya kompleks = 1

2) Setarakan atom-atom dengan urutan :

kation (logam) – anion (nonlogam)- hidrogen- oksigen

Contoh soal:

….Al(s) + …H2SO4(aq)              …Al2(SO4)3(aq)  + …H2(g)

Langkah-langkah:

1) Koefisien rumus kompleks (senyawa Al2(SO4)3(aq)) = 1

2) a) menyamakan atom Al

….2Al(s) + …H2SO4(aq)          …Al2(SO4)3(aq)  + …H2(g)

b) menyamakan atom S dalam SO4

….2Al(s) + …3H2SO4(aq)         …Al2(SO4)3(aq)  + …H2(g)

c) menyamakan atom H pada H2

….2Al(s) + …3H2SO4(aq)         …Al2(SO4)3(aq)  + …3H2(g)

d) menyamakan atom O

Jika sudah sama,maka persamaan selesai.

Jika cara tidak langsung masih dirasa sulit dapat dilakukan dengan cara pemisalan atau koefisien sementara.

Contoh : aMnO2(s)    +  bHCl(aq)                      cMnCl2(aq)  + dCl2(g)   + eH2O(l)

 

Kemudian dimisalkan bila :

a = 1,maka c = 1

2a = e, maka e = 2(1) = 2

b = 2e,maka b = 2(2) = 4

b = 2c + 2d,maka 2d = b-2c

2d = 4 – 2(1) = 2

d = 1

harga a = 1; b = 4; c = 1; d = 1; e = 2

maka persamaan reaksi setara menjadi :

MnO2(s)   + 3 HCl(aq)                MnCl2(aq)   + Cl2(g)    + 2H2O(l)

Tagihan

Setarakan persamaan reaksi berikut !

a.C3H8     + O2                                 CO2        +   H2O

b.Pb(NO3)2(aq)    + KI(aq)                           PbI2(s)  + KNO3(aq)

c.CaCO3(s)    +  HCl(aq)                         CaCl2(aq)  + H2O(l)  + CO2(g)

d.Ca(OH)2(aq) +  CO2(g)                                CaCO3(s)   + H2O(l)

e.NaOH(aq)     + H2SO4(aq)                           Na2SO4(aq)  + H2O(l)

Jawab:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

About these ads